Sudah beberapa hari dalam suasana yang menegangkan akibat letusan Gunung Merapi, para pengungsi selalu berharap agar kondisi segera pulih. Mereka pergi meninggalkan segala yang dimilikinya baik rumah, tanah, ternak, juga kegembiraan, kenyamanan, dan lain sebagainya yang telah menjadi bagian dalam
Mbah Karyo
Tatapan matanya tajam, bening, dan penuh kepasrahan. Sungguh ironis dengan raganya yang lemah, berdebu, dan bau arang. Kuku pada jemari tangan dan kakinya panjang serta hitam. Jelas bahwa sudah lama tak dipotong dan dibersihkan. Ia tak mampu berdiri. Jangankan bangkit
Tamu Dini Hari
Pukul 03.00 dini hari, Selasa (9/11), Sr. Hilaria CB, pimpinan Komunitas St. Anna mendapat telepon dari RS. Panti Rapih (RSPR) bahwa ada satu pengungsi yang baru saja dievakuasi dari Tawangrejo, Turgo, Kecamatan Pakem, akan ikut mengungsi di Komunitas CB St.
Kehadiran GKR Hemas Bagi Para Pengungsi
Bencana Gunung Merapi tahun 2010 ini benar-benar menarik perhatian dunia. Bencana demi bencana melanda Indonesia, dari Wasior, Mentawai, dan Merapi. Berbagai kalangan menaruh simpati pada para korban tersebut. Bantuan/sumbangan berdatangan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pada saudara-saudaranya yang sedang berkesusahan.
Keterlibatan Hamba Yahwe
Merapi sudah tidak bisa diprediksi lagi. Kemarahannya memorak-porandakan apa dan siapa pun yang berada di dekatnya. Masyarakat dibuatnya panik. Rumah-rumah dan pepohonan rusak. Hujan pasir dan debu vulkanik terjadi di pemukiman penduduk sekitar. Di mana-mana tersapu dengan pemandangan yang serba
Duka Mereka Pun Duka Kita
Seperti yang telah kita dengar dan lihat baik secara langsung maupun melalui media masa, telah beberapa hari, sejak Selasa (26/10) pukul 17.02 WIB lalu, Gunung Merapi sedang tidak bersahabat. Awalnya, masyarakat yang tinggal di Lereng Merapi tidak menampakkan wajah-wajah cemas.
Obituari (Sr. Ursula, CB)
Pembawaannya yang tenang, tegas, dan disiplin sangat membekas di hati para alumni Seminari Menengah Mertoyudan (angkatan 1991-1993), alumni SMA Van Lith Muntilan (angkatan 1994-2001), dan alumni SMA Carolus Bengkulu. Ia memang tegas, bahkan terkesan galak. Namun, ia sangat dicintai para
Meningkatkan Profesionalitas Pelayanan
“Meningkatkan Profesionalitas Pelayanan Sesuai Tuntutan Perkembangan Zaman untuk Menyebarkan Kabar Keselamatan” merupakan tema yang diusung dalam HUT ke-89 Rumah Sakit Borromeus (RSB) Bandung dimana para Suster CB berkarya. Upacara yang ditandai dengan Ekaristi tersebut diadakan pada 18 September pukul 08.30
Mengembangkan Kemitraan dalam Kerasulan
“Mengembangkan Kemitraan dalam Kerasulan” merupakan tema yang diusung dalam pertemuan para Suster CB Medior pada Sabtu (28/8) sampai Minggu (29/8) yang lalu. Pertemuan yang dihadiri oleh 38 Suster CB Rayon DIY, Jateng, Jatim, dan Bali tersebut bertempat di Syantikara, Jalan
Persembahan Bagi Kemuliaan Tuhan
“Apapun yang akan kita hadapi, kalau ada tantangan, kalau ada kesulitan, kalau ada apapun, semuanya demi kemuliaan Tuhan. Kalau ada kegembiraan, kalau ada keberhasilan itu pula kita persembahkan demi kemuliaan Tuhan.” Demikian khotbah Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta
